Yayasan Ibu Mengaji Indonesia

Bijak dalam Emosi: Nasihat Ali bin Abi Thalib tentang Keputusan dan Janji

www.ibumengaji.com Ali bin Abi Thalib RA, sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW, adalah sosok yang dihormati dalam Islam. Beliau termasuk sahabat yang setia, dikenal cerdas, tegas, dan mendalam ilmunya. Selain menjadi khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib juga terkenal akan nasihat-nasihat bijaknya. Salah satu perkataan beliau yang penuh hikmah adalah: “Jangan mengambil keputusan di saat marah dan jangan berjanji saat gembira.”

Perkataan ini mengandung pesan mendalam tentang bagaimana manusia seharusnya mengelola emosi dalam pengambilan keputusan dan pemberian janji. Emosi sering kali memengaruhi tindakan dan perkataan kita, sehingga jika tidak dikelola dengan baik, keputusan yang diambil dalam keadaan marah atau gembira bisa berakibat buruk. Ketika seseorang sedang marah, biasanya ia kehilangan keseimbangan berpikir. Amarah membuat penilaian menjadi bias, sehingga keputusan yang diambil cenderung kasar atau tergesa-gesa. Karena itu, menunggu hingga emosi mereda adalah langkah bijak agar keputusan dapat diambil dengan pertimbangan yang matang.

Sebaliknya, saat seseorang berada dalam suasana hati yang sangat gembira, mudah baginya untuk membuat janji yang mungkin sulit ditepati. Gembira sering membuat kita melihat segala sesuatu dengan optimisme yang berlebihan, sehingga janji yang terucap bisa saja menjadi beban di kemudian hari. Ali bin Abi Thalib mengajarkan agar kita berhati-hati dalam membuat janji ketika suasana hati sedang sangat baik, karena janji tersebut, jika tidak dipenuhi, akan berujung pada kekecewaan bagi pihak lain dan penyesalan bagi diri sendiri.

Pengambilan keputusan yang baik memerlukan keseimbangan emosi dan rasionalitas. Seseorang yang sedang marah sebaiknya menenangkan diri terlebih dahulu, mencoba mengintrospeksi situasi, dan melihat dari berbagai sudut pandang. Sedangkan ketika sedang gembira, penting bagi seseorang untuk tidak terlalu larut dalam perasaan tersebut, tetapi tetap mengukur kemampuan sebelum mengumbar janji.

Dengan menerapkan nasihat Ali bin Abi Thalib ini, kita diajak untuk lebih bijak dalam menata emosi sehingga mampu membuat keputusan yang tepat dan janji yang dapat dipertanggungjawabkan. Ini bukan hanya menjaga kehormatan diri, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan orang lain serta mendekatkan diri pada akhlak yang mulia dalam Islam.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments