Yayasan Ibu Mengaji Indonesia

Tazkiyatun Nafs: Mengatasi Sifat Kikir dan Cinta Dunia

www.ibumengajji.com Penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dari sifat kikir (bukhl) dan cinta berlebihan terhadap harta (hubbud-dunyā) merupakan proses ruhani yang bertahap dan membutuhkan kesadaran, ilmu, serta latihan yang konsisten. Dalam Islam, harta bukanlah sesuatu yang tercela, namun menjadi ujian ketika ia menguasai hati dan melalaikan manusia dari Allah serta kewajiban sosialnya. Berikut beberapa cara konkret untuk melakukan penyucian jiwa dari dua sifat tersebut:

1. Menanamkan Tauhid dan Kesadaran Akhirat

Langkah pertama adalah meluruskan keyakinan bahwa seluruh harta hakikatnya milik Allah, sementara manusia hanyalah pemegang amanah. Kesadaran bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan akhirat adalah tujuan utama akan melemahkan keterikatan berlebihan terhadap materi. Dengan sering mengingat kematian dan hari hisab, seseorang akan lebih mudah melepaskan rasa takut kehilangan harta.

2. Memahami Hakikat Rezeki

Rezeki telah ditetapkan oleh Allah dan tidak akan tertukar. Pemahaman ini menumbuhkan ketenangan hati dan mengikis sifat kikir yang biasanya bersumber dari rasa takut miskin. Keyakinan bahwa sedekah tidak mengurangi harta, justru menambah keberkahan, menjadi fondasi penting dalam proses penyucian jiwa.

3. Melatih Diri dengan Sedekah dan Infak

Sedekah adalah “obat” paling efektif untuk penyakit kikir. Mulailah dari jumlah kecil namun rutin. Konsistensi lebih utama daripada besarnya nominal. Sedekah yang dilakukan secara diam-diam juga melatih keikhlasan dan membersihkan hati dari ketergantungan pada pujian manusia.

4. Membiasakan Hidup Sederhana

Kesederhanaan (zuhud) bukan berarti meninggalkan dunia, tetapi tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Mengendalikan gaya hidup, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta menahan diri dari berlebihan akan membantu jiwa terbebas dari dominasi harta.

5. Memperbanyak Dzikir dan Doa

Hati yang sering berdzikir akan menjadi lembut dan mudah menerima kebenaran. Doa Nabi ﷺ agar dijauhkan dari sifat kikir patut diamalkan, karena kikir adalah penyakit hati yang berat dan membutuhkan pertolongan Allah untuk menyembuhkannya.

6. Merenungi Dampak Sosial Harta

Menyadari bahwa harta memiliki fungsi sosial—menolong fakir miskin, mendukung dakwah, dan memperkuat ukhuwah—akan mengubah cara pandang terhadap kepemilikan. Harta tidak lagi dilihat sebagai sesuatu yang harus ditimbun, tetapi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan memberi manfaat bagi sesama.

7. Berkumpul dengan Orang-Orang Saleh

Lingkungan yang baik akan mendorong seseorang untuk gemar berbagi dan hidup sederhana. Teladan orang-orang saleh dalam mengelola harta dapat menjadi cermin dan motivasi kuat dalam proses penyucian jiwa.

Penutup

Penyucian jiwa dari sifat kikir dan cinta berlebihan terhadap harta bukan proses instan, melainkan perjalanan panjang yang memerlukan kesabaran dan istiqamah. Dengan menguatkan iman, melatih amal nyata, serta senantiasa memohon pertolongan Allah, hati akan menjadi lebih lapang, bersih, dan tenang. Jiwa yang bersih dari dominasi harta adalah jiwa yang merdeka dan dekat dengan ridha Allah.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments