Yayasan Ibu Mengaji Indonesia

Rahasia Doa Allahumma Ajirni Minan Nar Setelah Shalat

www.ibumengaji.com Setiap kali menyelesaikan shalat fardu, seorang muslim dianjurkan untuk tidak terburu-buru beranjak dari tempat shalatnya. Rasulullah ﷺ justru mengajarkan agar waktu setelah salam diisi dengan dzikir dan doa. Inilah salah satu waktu yang penuh keberkahan, karena hati masih berada dalam suasana khusyuk setelah bermunajat kepada Allah SWT. Melalui dzikir setelah shalat, seorang hamba menyempurnakan ibadahnya, memohon ampunan atas kekurangan selama shalat, sekaligus memperbanyak doa untuk kebaikan dunia dan akhirat.

Di antara doa yang dianjurkan Rasulullah ﷺ setelah shalat adalah doa yang sangat singkat, tetapi memiliki kandungan makna yang luar biasa. Doa tersebut berbunyi:

اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ

Allāhumma ajirnī mina an-nār.

“Ya Allah, lindungilah aku dari api neraka.”

Walaupun hanya terdiri dari beberapa kata, doa ini mengandung permohonan terbesar yang dapat dipanjatkan oleh seorang mukmin. Tidak ada keselamatan yang lebih agung daripada diselamatkan dari siksa neraka dan memperoleh rahmat Allah SWT. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah dari azab yang sangat pedih tersebut.

Hadis tentang Doa Allahumma Ajirni Minan Nar

Anjuran membaca doa ini bersumber dari hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Muslim bin Al-Harits At-Tamimi radhiyallahu ‘anhu, melalui putranya, Al-Harits bin Muslim. Dalam hadis tersebut Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila engkau selesai melaksanakan shalat Maghrib, sebelum berbicara dengan siapa pun, ucapkanlah: ‘Allahumma ajirni minan nar’ sebanyak tujuh kali. Jika engkau meninggal pada malam itu, Allah menetapkan bagimu perlindungan dari api neraka. Demikian pula setelah shalat Subuh. Apabila engkau meninggal pada hari itu, Allah menetapkan bagimu perlindungan dari api neraka.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam Ahmad, Imam An-Nasa’i dalam As-Sunan al-Kubra, dan Imam Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Kabir. Banyaknya kitab hadis yang meriwayatkan doa ini menunjukkan bahwa amalan tersebut telah dikenal sejak masa para ulama terdahulu.

Derajat Hadis Menurut Para Ulama

Para ulama hadis memberikan perhatian terhadap kualitas sanad hadis ini. Walaupun terdapat pembahasan mengenai sebagian perawinya, mayoritas ulama memandang bahwa hadis tersebut dapat diamalkan dalam bab keutamaan amal (fadhā’il al-a’māl).

Imam Al-Mundziri mencantumkannya dalam kitab At-Targhib wa At-Tarhib. Imam An-Nawawi juga memasukkan doa ini ke dalam kitab Al-Adzkar, sebuah kitab yang menghimpun dzikir dan doa-doa pilihan dari Rasulullah ﷺ. Adapun Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menilai hadis ini berderajat hasan, sehingga layak diamalkan sebagai salah satu dzikir setelah shalat.

Penilaian para ulama tersebut memberikan keyakinan bahwa doa ini memiliki dasar yang kuat dalam sunnah dan patut dijadikan bagian dari amalan harian seorang muslim.

Mengapa Doa Ini Sangat Istimewa?

Keistimewaan doa ini tidak terletak pada panjangnya lafaz, tetapi pada besarnya permohonan yang terkandung di dalamnya. Seorang mukmin memohon kepada Allah agar diselamatkan dari azab neraka, yaitu tempat yang paling dahsyat siksanya. Permohonan ini sekaligus menunjukkan bahwa tujuan utama kehidupan seorang muslim bukan hanya memperoleh kenikmatan dunia, tetapi meraih keselamatan di akhirat.

Doa ini juga mengajarkan sikap tawadhu’ dan ketergantungan penuh kepada Allah SWT. Sebanyak apa pun amal seseorang, keselamatan dari neraka tetap bergantung pada rahmat dan pertolongan Allah semata.

Bagaimana Cara Mengamalkannya?

Mengamalkan doa ini sangat mudah. Setelah selesai melaksanakan shalat Maghrib atau Subuh dan mengucapkan salam, usahakan tetap duduk di tempat shalat. Sebelum berbicara dengan siapa pun, bacalah:

اللَّهُمَّ أَجِرْنِي مِنَ النَّارِ

Allāhumma ajirnī mina an-nār

sebanyak tujuh kali.

Saat membacanya, usahakan menghadirkan hati dan merenungkan makna doa tersebut. Jangan hanya mengulang lafaznya, tetapi hadirkan kesadaran bahwa kita sedang memohon perlindungan dari azab neraka dan berharap memperoleh rahmat Allah SWT.

Setelah selesai membaca doa ini sebanyak tujuh kali, seseorang juga dapat melanjutkan dengan doa-doa lain yang diajarkan Rasulullah ﷺ, seperti memohon perlindungan dari azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta memohon agar dimasukkan ke dalam surga. Namun, perlu dipahami bahwa tambahan doa tersebut bukan bagian dari lafaz hadis ini, melainkan doa-doa umum yang juga dianjurkan dalam syariat.

Penutup

Istiqamah dalam mengamalkan sunnah sering kali dimulai dari amalan-amalan sederhana. Doa “Allahumma ajirni minan nar” merupakan salah satunya. Lafaznya singkat, mudah dihafal, dan hanya memerlukan beberapa detik untuk mengamalkannya. Namun, di balik kesederhanaannya tersimpan harapan terbesar seorang mukmin, yaitu memperoleh perlindungan Allah SWT dari api neraka.

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa menjaga dzikir setelah shalat, menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari, serta dianugerahi husnul khatimah, keselamatan dari siksa neraka, dan dimasukkan ke dalam surga dengan rahmat-Nya. Aamiin.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments