Yayasan Ibu Mengaji Indonesia

Keutamaan Sholat: Makna, Kedudukan, dan Fadhilahnya dalam Islam

www.ibumengaji.com Sholat merupakan ibadah agung yang memiliki kedudukan sangat tinggi dalam Islam. Di antara keutamaannya adalah sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut di bawah. Hadits ini menggambarkan betapa besar rahmat Allah yang dicurahkan kepada hamba-Nya yang mendirikan sholat dengan penuh ketundukan.

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي أُتِيَ بِذُنُوبِهِ فَوُضِعَتْ عَلَىٰ رَأْسِهِ أَوْ عَاتِقَيْهِ، فَكُلَّمَا رَكَعَ أَوْ سَجَدَ تَسَاقَطَتْ عَنْهُ

“Sesungguhnya seorang hamba ketika berdiri untuk sholat, maka dosa-dosanya didatangkan lalu diletakkan di atas kepala dan kedua pundaknya. Setiap kali ia ruku’ dan sujud, dosa-dosanya pun berguguran.”

Makna Sholat Secara Bahasa dan Fiqih

Secara bahasa (etimologi), kata sholat berasal dari kata ash-shalah yang bermakna doa. Oleh karena itu, sholat hakikatnya adalah permohonan dan penghambaan seorang hamba kepada Allah SWT. Adapun secara istilah fiqh, sholat didefinisikan sebagai rangkaian ucapan dan perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, dengan syarat dan rukun yang telah ditetapkan oleh syariat.

Perintah Sholat dalam Sirah Nabi ﷺ

Sholat sebagai rukun Islam diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad ﷺ pada peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Peristiwa agung ini terjadi sebelum hijrah ke Madinah, sekitar tahun ke-10 kenabian. Pada awalnya, sholat diwajibkan sebanyak lima puluh waktu, namun atas keringanan dari Allah SWT, kewajiban tersebut menjadi lima waktu dalam sehari semalam dengan pahala tetap lima puluh. Hal ini menunjukkan betapa penting dan istimewanya sholat dalam Islam.

Kedudukan Sholat dalam Islam

Sholat merupakan rukun Islam yang kedua setelah syahadat. Ia adalah tiang agama; jika sholat ditegakkan, maka agama pun akan tegak, dan jika sholat ditinggalkan, maka runtuhlah bangunan keislaman seseorang. Sholat juga menjadi amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat, sehingga kualitas sholat sangat menentukan baik buruknya amal seorang muslim.

Kewajiban Lima Waktu dan Dalilnya

Kewajiban sholat lima waktu didasarkan pada Al-Qur’an dan hadits, di antaranya firman Allah SWT: “Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” (QS. An-Nisa: 103). Adapun sholat lima waktu meliputi Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya, yang tersebar sepanjang hari dan malam sebagai sarana menjaga hubungan hamba dengan Rabb-nya secara berkesinambungan.

Fadhilah dan Keutamaan Sholat

Sholat memiliki banyak fadhilah, di antaranya menghapus dosa, menenangkan jiwa, mencegah perbuatan keji dan mungkar, serta menjadi cahaya bagi pelakunya di dunia dan akhirat. Hadits di atas secara khusus menegaskan bahwa setiap ruku’ dan sujud merupakan sebab gugurnya dosa-dosa seorang hamba.

Perawi Hadits dan Makna Hadits

Hadits ini diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat yang terkenal sebagai perawi hadits terbanyak. Beliau masuk Islam pada tahun Khaibar dan senantiasa membersamai Rasulullah ﷺ, sehingga banyak meriwayatkan sabda beliau. Makna hadits ini menunjukkan bahwa sholat bukan sekadar gerakan fisik, tetapi ibadah penyucian jiwa. Faedahnya, semakin khusyuk seseorang dalam sholat, semakin besar pula penghapusan dosa yang Allah anugerahkan kepadanya.

Dengan demikian, sholat adalah ibadah yang sarat makna, penuh rahmat, dan menjadi kunci keselamatan seorang muslim di dunia dan akhirat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments