www.ibumengaji.com Abu Hurairah RA nama lengkapnya adalah ‘Abdurrahman bin Shakhr ad-Dausi. Beliau berasal dari kabilah Daus di Yaman dan masuk Islam pada tahun ketujuh Hijriah ketika terjadinya peristiwa Khaibar. Setelah memeluk Islam, beliau hampir tidak pernah berpisah dari Rasulullah ﷺ dan mengabdikan hidupnya untuk menuntut ilmu.
Abu Hurairah dikenal sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis Nabi ﷺ. Jumlah hadis yang beliau riwayatkan mencapai lebih dari lima ribu hadis. Kekuatan hafalannya merupakan karunia khusus dari Allah setelah Rasulullah ﷺ mendoakannya. Beliau wafat di Madinah pada tahun 57 atau 59 Hijriah.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
«مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ فِيمَا بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ»
رواه مسلم (٢٦٩٩)، وأبو داود، والترمذي، وابن ماجه، وأحمد.
Penjelasan Beberapa Kata Penting dalam Hadis
Hadis ini mengandung sejumlah kata kunci yang sarat makna dan menjadi dasar pembentukan budaya ilmu dalam Islam.
اجْتَمَعَ قَوْمٌ (Ijtama‘a Qaumun)
Artinya: Sekelompok orang berkumpul.
Kata ijtama‘a menunjukkan pertemuan yang dilakukan dengan tujuan yang sama. Dalam hadis ini, tujuan tersebut adalah ibadah dan menuntut ilmu, bukan sekadar berkumpul tanpa manfaat.
بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ (Baitin min Buyūtillāh)
Artinya: Sebuah rumah dari rumah-rumah Allah.
Yang dimaksud adalah masjid. Penyandaran masjid kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan kehormatannya sebagai tempat ibadah, ilmu, dan pembinaan umat.
يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ (Yatlūna Kitāballāh)
Artinya: Membaca Kitab Allah.
Tilawah bukan hanya melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga membacanya dengan penuh penghayatan dan penghormatan.
يَتَدَارَسُونَهُ (Yatadārasūnahu)
Artinya: Saling mempelajarinya dan mengkajinya.
Kata ini berasal dari akar kata darasa, yang menunjukkan proses belajar secara berulang dan mendalam. Jadi, yang dimaksud bukan hanya membaca, tetapi memahami, mendiskusikan, dan mengambil pelajaran dari Al-Qur’an.
السَّكِينَةُ (As-Sakīnah)
Artinya: Ketenangan, kedamaian, dan ketenteraman hati.
Sakinah adalah ketenangan yang Allah tanamkan ke dalam hati hamba-Nya sehingga hati menjadi tenteram, lapang, dan kuat menghadapi berbagai ujian kehidupan.
الرَّحْمَةُ (Ar-Raḥmah)
Artinya: Kasih sayang dan rahmat Allah.
Rahmat Allah mencakup ampunan, keberkahan, pertolongan, serta berbagai kebaikan dunia dan akhirat.
حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ (Ḥaffathumul-Malā’ikah)
Artinya: Malaikat mengelilingi mereka.
Ini menunjukkan kemuliaan majelis ilmu sehingga para malaikat hadir, mendoakan, dan menyaksikan orang-orang yang berkumpul untuk
.mempelajari Al-Qur’an
Keutamaan Majelis Al-Qur’an dan Tujuh Amalan yang Dapat Diterapkan
Hadis ini memberikan gambaran yang sangat indah tentang keutamaan majelis Al-Qur’an. Setidaknya ada tujuh pelajaran praktis yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari
Membiasakan Hadir di Masjid
Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat pendidikan dan pembinaan ruhani. Semakin sering seseorang menghadiri majelis ilmu di masjid, semakin besar peluangnya memperoleh keberkahan.
Meluangkan Waktu untuk Membaca Al-Qur’an
Hadis ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an merupakan amalan yang sangat dicintai Allah. Karena itu, hendaknya setiap Muslim memiliki waktu khusus untuk tilawah setiap hari.
Mengkaji Makna Al-Qur’an
Membaca saja belum cukup. Kita perlu memahami kandungan ayat melalui tafsir yang benar agar petunjuk Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan.
Membangun Lingkungan Belajar yang Baik
Islam mendorong pembelajaran secara berjamaah. Diskusi, halaqah, dan kajian bersama sering kali membuat pemahaman menjadi lebih kuat dibandingkan belajar sendirian.
Mencari Ketenangan Melalui Majelis Ilmu
Banyak orang mencari ketenangan melalui berbagai cara, padahal hadis ini menunjukkan bahwa salah satu sumber sakinah terbesar adalah berkumpul untuk mempelajari Al-Qur’an.
Mengharapkan Rahmat Allah
Rahmat Allah turun kepada orang-orang yang mendekat kepada-Nya. Karena itu, menghadiri majelis ilmu hendaknya dilakukan dengan niat yang ikhlas untuk meraih ridha dan rahmat-Nya.
Menjadikan Majelis Ilmu sebagai Kebiasaan Hidup
Keutamaan yang disebutkan dalam hadis—sakinah, rahmat, kehadiran malaikat, dan pujian Allah—menunjukkan bahwa majelis ilmu bukan kegiatan sesekali, melainkan kebutuhan ruhani yang perlu dijaga secara rutin.
Penutup
Hadis agung ini menggambarkan betapa tingginya kedudukan majelis Al-Qur’an dalam Islam. Ketika kaum Muslimin berkumpul di rumah-rumah Allah untuk membaca, mempelajari, dan mendalami Al-Qur’an, mereka memperoleh empat karunia besar sekaligus: turunnya sakinah, limpahan rahmat, dikelilingi para malaikat, dan disebut oleh Allah di hadapan para penghuni langit. Keutamaan yang luar biasa ini seharusnya mendorong setiap Muslim untuk lebih mencintai masjid, memperbanyak tilawah, menghadiri kajian Al-Qur’an, dan menjadikan majelis ilmu sebagai bagian dari gaya hidupnya. Dengan demikian, Al-Qur’an tidak hanya dibaca oleh lisan, tetapi juga hidup dalam hati dan terwujud dalam amal sehari-hari.