www.ibumengaji.com Istighfar merupakan salah satu amalan paling agung dalam Islam yang menjadi sarana seorang hamba untuk kembali kepada Allah SWT. Secara bahasa, istighfar berasal dari kata ghafara yang berarti menutupi, mengampuni, dan melindungi. Sedangkan secara istilah, istighfar adalah permohonan seorang hamba kepada Allah agar diampuni dosa-dosanya, baik yang disengaja maupun yang tidak disadari, serta agar ditutupi aib-aibnya di dunia dan akhirat. Lafaz yang paling umum diucapkan adalah “Astaghfirullah” yang bermakna, “Aku memohon ampun kepada Allah.”
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT banyak memerintahkan hamba-Nya untuk memperbanyak istighfar. Salah satunya dalam firman-Nya:
وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
(QS. An-Nisa: 106)
Selain itu, dalam kisah Nabi Nuh ‘alaihis salam, Allah menyebutkan keutamaan istighfar:
“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu.’”
(QS. Nuh: 10–12)
Ayat ini menunjukkan bahwa istighfar bukan hanya penghapus dosa, tetapi juga pembuka pintu rezeki dan keberkahan hidup.
Perintah istighfar juga ditegaskan dalam hadits Rasulullah SAW. Beliau bersabda:
“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya, karena sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah dalam sehari seratus kali.”
(HR. Muslim)
Padahal Rasulullah SAW adalah manusia yang ma’shum (terjaga dari dosa), namun beliau tetap memperbanyak istighfar sebagai bentuk ketundukan dan kedekatan kepada Allah.
Adapun faedah istighfar sangatlah luas dan mencakup kehidupan dunia maupun akhirat.
Pertama, istighfar menghapus dosa dan kesalahan. Dosa yang menumpuk dapat mengeraskan hati, sementara istighfar melembutkannya kembali.
Allah SWT berfirman:
“Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan atau menzalimi dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. An-Nisa: 110)
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barangsiapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah akan menjadikan baginya dari setiap kesedihan jalan keluar dan dari setiap kesempitan kelapangan.”
(HR. Abu Dawud)
Maknanya, ampunan Allah menghapus dosa sekaligus mengangkat beban hidup.
Kedua, istighfar mendatangkan ketenangan jiwa. Seseorang yang terbiasa memohon ampun akan merasakan kelegaan batin karena menyerahkan segala kesalahan kepada Allah Yang Maha Pengampun.
Allah SWT berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Istighfar termasuk bentuk dzikir yang paling utama, sehingga ia menjadi sebab hadirnya ketenteraman jiwa.
Ketiga, istighfar menjadi sebab turunnya rezeki dan kemudahan hidup. Banyak ulama menegaskan bahwa kesempitan hidup sering kali disebabkan oleh dosa, dan istighfar adalah kunci pembukanya.
Dalilnya sangat jelas dalam firman Allah:
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu… niscaya Dia akan memperbanyak harta dan anak-anakmu.”
(QS. Nuh: 10–12)
Ini menunjukkan hubungan langsung antara istighfar dan kelapangan rezeki.
Keempat, istighfar memperpanjang umur dalam keberkahan serta melindungi dari berbagai musibah. Hati yang dekat dengan Allah akan lebih kuat menghadapi ujian hidup.
Allah SWT berfirman:
“Dan Allah tidak akan mengazab mereka selama engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka, dan tidak pula selama mereka beristighfar.”
(QS. Al-Anfal: 33)
Ayat ini menegaskan bahwa istighfar menjadi perisai dari siksa dan bencana.
Kelima, istighfar mendekatkan seorang hamba kepada rahmat Allah SWT dan mengangkat derajatnya di sisi-Nya.
Allah SWT berfirman:
“Dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubat kepada-Nya, niscaya Dia memberi kamu kenikmatan yang baik sampai waktu yang ditentukan.”
(QS. Hud: 3)
Ini mencakup kebahagiaan hidup di dunia serta keselamatan di akhirat.
Sebagai penutup, istighfar bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi harus disertai kesadaran hati, penyesalan atas dosa, dan tekad untuk memperbaiki diri. Dengan memperbanyak istighfar, seorang muslim membuka pintu ampunan, ketenangan, dan keberkahan dalam hidupnya. Maka, menjadikan istighfar sebagai amalan harian adalah salah satu kunci sukses dunia dan akhirat.