Yayasan Ibu Indonesia Mengaji

Hukum Nun Tasydid dan Mim Tasydid: Memahami Bacaan Ghunnah Beserta Contohnya

www.ibumengaji.com Dalam ilmu tajwid, setiap huruf hijaiyah memiliki aturan pelafalan yang perlu diperhatikan agar bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar. Salah satu hukum bacaan yang penting dipahami adalah hukum nun tasydid dan mim tasydid, yang dikenal dengan istilah Ghunnah.

Ghunnah merupakan bacaan dengung yang keluar melalui rongga hidung (khaisyum). Hukum ini berlaku ketika huruf nun (ن) atau mim (م) mendapatkan tanda tasydid ( ّ ). Keduanya harus dibaca dengan dengung yang jelas dan sempurna.

Memahami hukum ghunnah bukan hanya membantu memperbaiki pelafalan huruf, tetapi juga menjadikan bacaan Al-Qur’an lebih tertib, indah, dan sesuai dengan tuntunan ilmu tajwid.

Pengertian Ghunnah

Secara bahasa, ghunnah (غُنَّةٌ) berarti suara dengung. Dalam ilmu tajwid, ghunnah adalah suara yang keluar melalui rongga hidung ketika mengucapkan huruf tertentu, khususnya nun (ن) dan mim (م).

Ghunnah merupakan salah satu sifat asli yang melekat pada huruf nun dan mim. Artinya, kedua huruf tersebut pada dasarnya memang memiliki sifat dengung, baik dalam keadaan berharakat maupun sukun.

Namun, ketika nun dan mim mendapatkan tanda tasydid, sifat dengungnya menjadi lebih kuat dan jelas. Oleh karena itu, muncul hukum bacaan khusus yang disebut Ghunnah Musyaddadah, yaitu dengung pada nun dan mim yang bertasydid.

Hukum Nun Tasydid dan Mim Tasydid

Apabila huruf nun (ن) atau mim (م) mendapatkan tanda tasydid, maka wajib dibaca dengan ghunnah atau dengung.

Panjang bacaan ghunnah adalah dua harakat, yang dalam pembelajaran tajwid sering disamakan dengan satu alif. Durasi tersebut dijaga secara proporsional agar tidak terlalu pendek ataupun terlalu panjang.

Dua huruf yang menjadi pokok pembahasan ini adalah:

  • Nun tasydid (نّ): Nun yang mendapatkan tanda tasydid.

  • Mim tasydid (مّ): Mim yang mendapatkan tanda tasydid.

Cara membacanya adalah dengan menahan suara dengung melalui rongga hidung selama dua harakat. Pembaca tidak cukup hanya mengucapkan bunyi hurufnya, tetapi juga harus memperhatikan kualitas dengungnya.

Panjang dengung sebaiknya dijaga tetap stabil. Penyesuaiannya tidak semata-mata mengikuti irama lagu atau nada bacaan, melainkan mengikuti ukuran harakat dalam kaidah tajwid.

Contoh Bacaan Nun Tasydid dan Mim Tasydid

Agar lebih mudah memahami hukum ghunnah, perhatikan beberapa contoh berikut.

No. Contoh bacaan Huruf tasydid
1

جَنَّةٌ

Nun (نّ)
2

النَّاسُ

Nun (نّ)
3

إِنَّمَا

Nun (نّ)
4

ثُمَّ

Mim (مّ)
5

أُمٌّ

Mim (مّ)
6

مِمَّا

Mim (مّ)

Pada contoh pertama, جَنَّةٌ, terdapat huruf nun yang bertasydid. Ketika membacanya, suara dengung harus dipertahankan selama dua harakat.

Demikian pula pada kata النَّاسُ dan إِنَّمَا. Nun yang bertasydid harus dibaca dengan dengung yang jelas.

Sementara itu, pada kata ثُمَّ, أُمٌّ, dan مِمَّا, terdapat huruf mim bertasydid. Cara membacanya juga menggunakan dengung selama dua harakat.

Perlu diperhatikan bahwa tanda tasydid menunjukkan adanya penggandaan huruf. Karena itu, dalam memahami cara membacanya, kita perlu mengenali bahwa huruf tersebut seolah-olah terdiri atas dua huruf yang sama, dengan huruf pertama bersukun dan huruf kedua berharakat.

Latihan Menemukan Bacaan Ghunnah dalam Al-Qur’an

Setelah memahami pengertian dan contoh, langkah berikutnya adalah berlatih menemukan bacaan ghunnah secara langsung dalam ayat-ayat Al-Qur’an.

Perhatikan beberapa potongan ayat berikut.

a. QS. An-Nas ayat 6

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Bacaan ghunnah terdapat pada:

  • الْجِنَّةِ: Nun tasydid.

  • وَالنَّاسِ: Nun tasydid.

b. QS. Al-Falaq ayat 4

وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

Bacaan ghunnah terdapat pada:

– النَّفَّاثَاتِ: Nun tasydid.

c. QS. Al-Lahab ayat 4

وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ

Bacaan ghunnah terdapat pada:

– حَمَّالَةَ: Mim tasydid.

d. QS. Al-Lail ayat 5

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ

Bacaan ghunnah terdapat pada:

– فَأَمَّا: Mim tasydid.

e. QS. Al-Jinn ayat 11

وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ

Bacaan ghunnah terdapat pada:

  • أَنَّا: Nun tasydid.
  • مِنَّا: Nun tasydid.

Latihan ini membantu kita mengenali bahwa ghunnah tidak hanya ditemukan dalam contoh kata yang terpisah, tetapi juga sering muncul dalam rangkaian ayat Al-Qur’an.

Tips Praktis Melatih Bacaan Ghunnah

Untuk mendapatkan bacaan yang benar, ada beberapa hal yang dapat dilakukan.

  1. Kenali tanda tasydid. Biasakan memperhatikan tanda tasydid pada huruf nun dan mim ketika membaca Al-Qur’an.

  2. Latih suara dengung. Rasakan keluarnya suara melalui rongga hidung, bukan sekadar memperpanjang bunyi huruf.

  3. Jaga panjang dua harakat. Usahakan dengung memiliki durasi yang konsisten.

  4. Dengarkan bacaan guru. Belajar secara langsung kepada guru Al-Qur’an membantu memperbaiki makhraj dan kualitas dengung.

  5. Lakukan pengulangan. Bacalah contoh-contoh ghunnah secara berulang sampai terbiasa.

Penutup

Hukum nun tasydid dan mim tasydid merupakan salah satu dasar penting dalam mempelajari ilmu tajwid. Keduanya memiliki hukum bacaan yang sama, yaitu wajib dibaca dengan ghunnah selama dua harakat.

Meskipun terlihat sederhana, ketepatan membaca ghunnah membutuhkan latihan dan pembiasaan. Jangan terburu-buru ketika menemukan nun atau mim yang bertasydid. Berikan hak huruf tersebut dengan dengung yang jelas dan terukur.

Mempelajari tajwid bukan sekadar mengetahui nama hukum bacaan, tetapi juga berusaha menerapkannya ketika membaca Al-Qur’an. Semakin sering berlatih, insyaallah bacaan kita akan semakin baik, tertib, dan benar.

Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk terus belajar, memperbaiki bacaan, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dalam kehidupan.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments