Yayasan Ibu Indonesia Mengaji

Shalat Tahiyyatul Masjid: Hukum, Tata Cara, dan Keutamaannya dalam Islam

www.ibumengaji.com Masjid merupakan tempat yang mulia bagi umat Islam. Di tempat inilah kaum Muslimin melaksanakan shalat, membaca Al-Qur’an, berzikir, menuntut ilmu, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Karena itu, setiap Muslim hendaknya menjaga adab ketika memasuki masjid. Salah satu bentuk penghormatan kepada rumah Allah ini adalah melaksanakan shalat Tahiyyatul Masjid.

Shalat Tahiyyatul Masjid adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang memasuki masjid sebelum duduk. Ibadah ini mengajarkan bahwa kedatangan kita ke masjid sebaiknya diawali dengan ibadah, bukan sekadar menjadi aktivitas rutin tanpa kesadaran untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalil tentang Shalat Tahiyyatul Masjid

Anjuran melaksanakan shalat Tahiyyatul Masjid dijelaskan dalam hadis dari Abu Qatadah RA. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ

Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian memasuki masjid, janganlah ia duduk sebelum melaksanakan shalat dua rakaat.”

(HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menjadi dasar utama anjuran shalat Tahiyyatul Masjid. Mayoritas ulama memandangnya sebagai ibadah sunnah, bukan kewajiban. Meskipun demikian, Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap amalan ini sebagai bagian dari adab seorang Muslim ketika memasuki masjid.

Shalat Tahiyyatul Masjid juga mengingatkan kita bahwa memuliakan masjid tidak hanya dilakukan dengan menjaga kebersihan dan ketertiban, tetapi juga dengan menghidupkannya melalui ibadah.

Tata Cara Shalat Tahiyyatul Masjid

Shalat Tahiyyatul Masjid dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tata cara seperti shalat sunnah pada umumnya.

Pertama, ketika memasuki masjid, dahulukan kaki kanan dan bacalah doa masuk masjid. Selanjutnya, apabila keadaan memungkinkan, kerjakan shalat Tahiyyatul Masjid sebelum duduk.

Kedua, niatkan di dalam hati untuk melaksanakan shalat sunnah Tahiyyatul Masjid karena Allah SWT. Tidak ada keharusan melafalkan niat dengan kalimat tertentu.

Ketiga, laksanakan dua rakaat sebagaimana shalat sunnah biasa. Pada setiap rakaat, bacalah Surah Al-Fatihah dan surah atau ayat Al-Qur’an yang mudah dihafal. Setelah itu, sempurnakan gerakan rukuk, iktidal, sujud, dan gerakan lainnya sesuai tuntunan shalat.

Keempat, pada rakaat kedua, sempurnakan tasyahud akhir dan akhiri dengan salam.

Setelah selesai, jamaah dapat duduk untuk berzikir, membaca Al-Qur’an, mengikuti pengajian, atau menunggu waktu shalat berjamaah.

Tidak ada surah tertentu yang diwajibkan untuk dibaca dalam shalat ini. Hal terpenting adalah melaksanakannya dengan ikhlas, tenang, dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Kapan Shalat Tahiyyatul Masjid Dilaksanakan?

Pada dasarnya, shalat Tahiyyatul Masjid dianjurkan setiap kali seseorang memasuki masjid dan hendak duduk. Baik kedatangannya untuk shalat berjamaah, mengikuti pengajian, membaca Al-Qur’an, maupun kegiatan lain yang dibenarkan oleh syariat.

Namun, ada beberapa keadaan yang perlu diperhatikan.

1. Ketika shalat berjamaah sudah dimulai

Jika seseorang memasuki masjid saat shalat fardu berjamaah telah dimulai, ia hendaknya langsung mengikuti imam. Tidak perlu mengerjakan Tahiyyatul Masjid secara terpisah karena shalat fardu yang dilaksanakan tersebut telah mencukupi maksud Tahiyyatul Masjid.

2. Ketika khatib sedang berkhutbah Jumat

Apabila seseorang memasuki masjid ketika khutbah Jumat sedang berlangsung, terdapat tuntunan khusus dari Rasulullah SAW agar ia mengerjakan dua rakaat secara ringkas sebelum duduk. Hal ini berdasarkan hadis Jabir bin Abdullah RA yang diriwayatkan oleh Muslim. Rasulullah SAW memerintahkan seseorang yang datang ketika beliau sedang berkhutbah untuk berdiri dan melaksanakan dua rakaat.

3. Ketika memasuki masjid pada waktu yang diperselisihkan

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai pelaksanaan shalat sunnah ketika memasuki masjid pada waktu-waktu yang dilarang atau dibatasi untuk shalat sunnah, seperti setelah Subuh hingga matahari terbit dan setelah Asar hingga matahari terbenam. Sebagian ulama memberikan pengecualian bagi shalat yang memiliki sebab, termasuk Tahiyyatul Masjid, sedangkan ulama lain membatasinya. Karena itu, umat Islam dapat mengikuti pendapat fikih yang menjadi pegangan dan bimbingan ulama setempat.

Hikmah dan Keutamaan Shalat Tahiyyatul Masjid

Shalat Tahiyyatul Masjid memiliki sejumlah hikmah yang bermanfaat bagi kehidupan seorang Muslim.

Pertama, melatih adab memuliakan masjid. Masjid bukan sekadar bangunan tempat berkumpul, melainkan tempat ibadah yang perlu dijaga kehormatan, kebersihan, dan ketenangannya.

Kedua, membiasakan diri mengingat Allah. Dua rakaat ini menjadi awal yang baik untuk mengarahkan hati kepada Allah SWT sebelum melakukan kegiatan lainnya di masjid.

Ketiga, menumbuhkan kedisiplinan beribadah. Kebiasaan melaksanakan shalat Tahiyyatul Masjid melatih seorang Muslim untuk mendahulukan ibadah dan tidak tergesa-gesa ketika memasuki rumah Allah.

Keempat, menambah kesempatan beramal saleh. Sebagai ibadah sunnah, shalat ini menjadi kesempatan untuk memperbanyak ketaatan dan mengharapkan pahala dari Allah SWT.

Membiasakan Diri Memakmurkan Masjid

Shalat Tahiyyatul Masjid merupakan amalan sederhana yang mengandung pelajaran mendalam. Melalui dua rakaat ini, kita belajar bahwa menghormati masjid tidak cukup hanya dengan menjaga kebersihannya. Kita juga perlu menghidupkannya dengan ibadah, ilmu, zikir, dan perilaku yang baik.

Marilah membiasakan diri melaksanakan shalat Tahiyyatul Masjid setiap kali memasuki masjid, selama sesuai dengan tuntunan syariat dan keadaan memungkinkan. Ajarkan pula kebiasaan ini kepada anak-anak agar tumbuh kecintaan mereka terhadap masjid sejak dini.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk orang-orang yang mencintai dan memakmurkan masjid, menjaga adab ketika berada di dalamnya, serta istiqamah mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Aamiin.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments