Yayasan Ibu Indonesia Mengaji

Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah: Tabungan Surgawi dan Bukti Tauhid

www.ibumengaji.com Kalimat Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah merupakan salah satu dzikir yang sangat akrab di telinga dan lisan kaum Muslimin. Kalimat ini dikenal dengan istilah hauqolah. Kita sering mengucapkannya ketika mendengar adzan, setelah shalat, menghadapi sesuatu yang berat, atau menyaksikan sesuatu yang menakjubkan. Namun, karena terlalu sering diucapkan, terkadang kita lupa bahwa di balik kalimat yang pendek ini terdapat makna tauhid yang sangat dalam.

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

“Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Kalimat ini bukan sekadar ungkapan untuk menenangkan hati. Ia merupakan pengakuan seorang hamba bahwa dirinya lemah, sementara Allah Mahakuasa. Manusia dapat merencanakan, berusaha, bekerja dan menggunakan berbagai sebab, tetapi kemampuan untuk melakukan semua itu pada hakikatnya merupakan karunia Allah.

Karena keagungan maknanya, Rasulullah ﷺ menyebut hauqolah sebagai salah satu kanzun min kunuzil jannah, yaitu salah satu simpanan atau tabungan dari tabungan-tabungan surga.

Rasulullah ﷺ bersabda kepada Abdullah bin Qais radhiyallahu ‘anhu:

يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ قَيْسٍ أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ؟ فَقُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: قُلْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Wahai Abdullah bin Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu tabungan dari tabungan-tabungan surga?” Aku menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Ucapkanlah: Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengapa kalimat ini begitu istimewa? Karena hauqolah mengajarkan kepada kita sebuah prinsip penting dalam kehidupan: tidak ada perubahan yang terjadi tanpa kehendak dan pertolongan Allah. Ketika seseorang mendapatkan keberhasilan, ia tidak boleh merasa bahwa semuanya semata-mata karena kecerdasan, kekuatan, kekayaan, jabatan, atau kemampuannya sendiri. Semua kemampuan tersebut pada akhirnya berasal dari Allah.

Namun, makna hauqolah bukan berarti seorang Muslim boleh meninggalkan usaha. Islam justru mengajarkan agar manusia mengambil sebab dan berikhtiar. Seorang pedagang tetap harus bekerja, seorang yang sakit tetap berobat, seorang yang memiliki masalah tetap mencari solusi. Hanya saja, hatinya tidak menggantungkan hasil kepada sebab tersebut. Sebab digunakan, tetapi Allah yang menjadi tempat bergantung.

Di sinilah hubungan hauqolah dengan tauhid menjadi sangat jelas. Seorang Muslim meyakini bahwa pertolongan hakiki hanya datang dari Allah. Memohon kebaikan, keselamatan, rezeki, perlindungan, kesembuhan dan keberhasilan pada hakikatnya ditujukan kepada Allah. Kita tidak menggantungkan hati kepada benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib, jimat, perdukunan, bantuan jin, atau keyakinan-keyakinan lain yang bertentangan dengan tauhid.

Bahkan ketika seseorang memperoleh pertolongan melalui manusia, ia tetap meyakini bahwa manusia tersebut hanyalah sebab yang Allah kehendaki. Karena itu, berterima kasih kepada manusia tetap penting, tetapi hati tidak boleh menjadikan manusia sebagai tempat bergantung secara mutlak.

Hauqolah juga menjadi obat bagi kesombongan ketika berhasil dan keputusasaan ketika gagal. Saat berhasil, kita mengucapkan Laa haula wa laa quwwata illaa billaah, menyadari bahwa keberhasilan adalah pertolongan Allah. Saat menghadapi kesulitan, kalimat yang sama mengingatkan bahwa kita tidak sendirian. Kita memiliki Rabb Yang Mahakuat dan kepada-Nya kita bersandar.

Karena itu, mari menjadikan Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah bukan sekadar kalimat yang sering terucap di lisan, tetapi keyakinan yang hidup di dalam hati. Ucapkan dengan memahami maknanya, sertai dengan ikhtiar, lalu serahkan hasilnya kepada Allah.

Inilah tabungan surgawi yang sangat mudah dilakukan, tetapi memiliki makna tauhid yang sangat dalam: mengakui kelemahan diri, mengagungkan kekuasaan Allah, mengambil sebab dengan benar, dan menggantungkan hati hanya kepada-Nya.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments