Yayasan Ibu Indonesia Mengaji

Keutamaan Pergi ke Masjid: Jalan Menuju Kemuliaan dan Jamuan di Surga

Masjid memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Ia bukan sekadar bangunan tempat kaum muslimin melaksanakan shalat berjamaah, tetapi juga pusat ibadah, pendidikan, dakwah, persaudaraan, dan pembinaan umat. Karena itu, Islam memberikan perhatian besar kepada orang-orang yang mencintai, mendatangi, dan memakmurkan masjid.

Salah satu hadis yang menjelaskan keutamaan tersebut adalah sabda Rasulullah ﷺ:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ، أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلًا، كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ

“Barang siapa pergi ke masjid pada pagi hari atau sore hari, Allah telah menyediakan baginya tempat tinggal atau jamuan di surga setiap kali ia pergi pada pagi atau sore hari.”
(HR. Muslim no. 669; maknanya juga terdapat dalam riwayat sahih lainnya).

Memahami Kata-Kata Penting dalam Hadis

Beberapa kata dalam hadis ini memiliki makna yang sangat dalam.

Pertama, مَنْ (man) berarti “barang siapa”. Lafaz ini menunjukkan bahwa keutamaan tersebut terbuka bagi setiap muslim tanpa membedakan status sosial, kekayaan, jabatan, maupun latar belakangnya. Siapa pun yang berangkat ke masjid dengan niat yang benar berhak mengharapkan karunia Allah.

Kedua, غَدَا (ghadā) berarti pergi pada waktu pagi atau berangkat di awal hari. Adapun رَاحَ (rāḥa) secara umum digunakan untuk pergi pada waktu sore atau setelah pertengahan hari. Sebagian ulama menjelaskan bahwa penggunaan dua kata ini menunjukkan kebiasaan seorang muslim yang berulang kali mendatangi masjid, baik untuk shalat Subuh maupun shalat-shalat lainnya.

Ketiga, kata أَعَدَّ اللَّهُ (a‘addallāhu) berarti “Allah telah menyiapkan”. Ini menunjukkan kepastian janji Allah. Balasan tersebut bukan sekadar harapan, tetapi sesuatu yang telah Allah persiapkan sebagai bentuk kemuliaan bagi hamba-Nya yang gemar mendatangi rumah Allah.

Keempat, نُزُلًا (nuzulan) berarti hidangan penyambutan, tempat singgah, atau jamuan bagi tamu. Para ulama menjelaskan bahwa kata ini menggambarkan kemuliaan sambutan yang Allah berikan kepada hamba-Nya di surga. Jika seorang tamu yang datang ke rumah manusia saja disambut dengan jamuan, maka orang yang berulang kali mendatangi rumah Allah akan memperoleh sambutan yang jauh lebih agung di akhirat.

Penjelasan Para Ulama tentang Keutamaan Pergi ke Masjid

Para ulama hadis menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan besarnya pahala orang yang memiliki kebiasaan mendatangi masjid.

Imam an-Nawawi, ketika menjelaskan hadis-hadis tentang keutamaan masjid, menerangkan bahwa hadis ini menunjukkan besarnya pahala pergi ke masjid secara berulang-ulang. Setiap perjalanan menuju masjid merupakan amal tersendiri yang mendapatkan balasan dari Allah.

Para ulama juga menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan nuzul adalah sesuatu yang dipersiapkan untuk menyambut seorang tamu. Dengan demikian, Allah عز وجل memuliakan orang yang pergi ke masjid sebagaimana tuan rumah yang mulia menyambut tamunya, bahkan dengan kemuliaan yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia.

Hadis ini juga mengandung pendidikan tentang istiqamah. Perhatikan sabda Nabi ﷺ: كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ — “setiap kali ia pergi pada pagi atau sore hari.” Artinya, pahala tersebut berkaitan dengan kebiasaan yang terus dilakukan. Semakin sering seorang muslim melangkahkan kaki menuju masjid, semakin sering pula ia mendapatkan janji pahala dan persiapan kemuliaan dari Allah.

Al-Qur’an tentang Memakmurkan Masjid

Keutamaan mendatangi masjid sejalan dengan firman Allah SWT:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali kepada Allah. Maka mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. At-Taubah: 18).

Ayat ini menjelaskan bahwa memakmurkan masjid merupakan ciri keimanan. Memakmurkan masjid tidak hanya berarti membangun gedungnya. Yang lebih utama adalah menghidupkan masjid dengan ibadah, shalat berjamaah, zikir, membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, dakwah, serta kegiatan yang membawa kemaslahatan umat.

Masjid yang megah tetapi sepi dari jamaah belum tentu benar-benar makmur. Sebaliknya, masjid sederhana yang dipenuhi oleh orang-orang yang beribadah, belajar, dan memperkuat persaudaraan merupakan masjid yang hidup.

Faedah Hadis untuk Diamalkan dalam Kehidupan

Hadis ini memberikan beberapa pelajaran penting.

Pertama, membangun kecintaan kepada masjid. Pergi ke masjid hendaknya tidak dipandang sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan memenuhi panggilan Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Kedua, membiasakan shalat berjamaah. Langkah sederhana dari rumah menuju masjid dapat menjadi jalan menuju pahala yang besar. Karena itu, seorang muslim perlu melatih diri agar waktu shalat menjadi bagian dari jadwal utama kehidupannya.

Ketiga, menjaga istiqamah. Tidak harus menunggu menjadi orang yang sangat alim untuk mulai rajin ke masjid. Mulailah dari yang mudah: shalat Subuh, Magrib, atau Isya berjamaah. Setelah itu, tingkatkan secara bertahap.

Keempat, menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan diri. Datanglah lebih awal untuk berzikir, membaca Al-Qur’an, mendengarkan kajian, atau sekadar menenangkan hati sebelum shalat.

Kelima, menanamkan kesadaran kepada keluarga. Orang tua dapat mengajak anak-anak mencintai masjid sejak kecil. Kebiasaan sederhana berjalan bersama menuju masjid dapat menjadi pendidikan iman yang sangat berharga.

Pada akhirnya, hadis ini mengajarkan bahwa setiap langkah menuju masjid tidak pernah sia-sia. Ketika seorang muslim meninggalkan kesibukan dunia untuk memenuhi panggilan Allah, sesungguhnya ia sedang menyiapkan bekal menuju kehidupan yang lebih kekal. Setiap perjalanan pada pagi atau sore hari menuju masjid menjadi sebab Allah menyiapkan jamuan dan tempat kemuliaan di surga.

Karena itu, jangan meremehkan langkah menuju masjid. Bisa jadi langkah yang terasa ringan di dunia menjadi salah satu sebab seseorang mendapatkan sambutan penuh kemuliaan ketika kelak bertemu dengan Allah SWT.

Mari hidupkan masjid, ramaikan shalat berjamaah, dan jadikan perjalanan menuju rumah Allah sebagai kebiasaan yang istiqamah. Sebab setiap langkah menuju masjid bukan hanya perjalanan di dunia, tetapi juga perjalanan menuju kemuliaan di akhirat.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments