www.ibumengaji.com Dalam akidah Islam, iman kepada hari akhir merupakan salah satu rukun iman yang menjadi fondasi penting dalam membentuk cara pandang seorang muslim terhadap kehidupan. Keyakinan ini menegaskan bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan fase sementara menuju kehidupan yang kekal di akhirat. Al-Qur’an dan hadits banyak memberikan perbandingan antara dunia dan akhirat agar manusia tidak terperdaya oleh kenikmatan sesaat.
Al-Qur’an menggambarkan dunia sebagai kehidupan yang fana dan penuh ujian. Allah SWT berfirman:
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah permainan dan senda gurau. Dan sungguh negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu mengerti?” (QS. Al-An’am: 32)
Ayat ini menegaskan bahwa dunia bersifat sementara, sering melalaikan, sedangkan akhirat adalah kehidupan sejati yang penuh balasan atas amal perbuatan. Dalam ayat lain Allah berfirman:
بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى
“Tetapi kamu lebih mengutamakan kehidupan dunia, padahal akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la: 16–17)
Rasulullah ﷺ pun memberikan perumpamaan yang sangat jelas tentang perbandingan dunia dan akhirat. Beliau bersabda:
مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ فِي الْيَمِّ، فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِعُ
“Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan dengan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kalian memasukkan jarinya ke laut, maka hendaklah ia melihat apa yang tersisa di jarinya itu.”
(HR. Muslim)
Hadits ini menggambarkan betapa kecil dan singkatnya kenikmatan dunia dibandingkan luas dan kekalnya kehidupan akhirat. Dunia hanyalah setetes air, sedangkan akhirat bagaikan samudra yang tak bertepi.
Dari perbandingan ini, jelas bahwa dunia bukan untuk ditinggalkan sepenuhnya, tetapi juga bukan untuk dijadikan tujuan utama. Dunia adalah ladang amal, sementara akhirat adalah tempat panen dan pembalasan. Segala kebaikan akan diberi balasan berlipat ganda, dan setiap kezaliman akan dipertanggungjawabkan.
Implementasi iman kepada hari akhir tercermin dalam sikap hidup seorang muslim. Pertama, muncul kesadaran untuk selalu menjaga amal perbuatan, baik yang tampak maupun tersembunyi, karena semuanya akan dihisab. Kedua, tumbuh sikap zuhud yang seimbang, yaitu tidak berlebihan mencintai dunia, namun tetap bekerja dan berikhtiar secara halal. Ketiga, kuatnya motivasi untuk berbuat baik, bersedekah, menolong sesama, dan menjauhi maksiat karena mengharap pahala akhirat.
Selain itu, iman kepada hari akhir menumbuhkan kesabaran dalam menghadapi ujian hidup. Seorang muslim yakin bahwa penderitaan di dunia tidak sia-sia jika dihadapi dengan iman dan ketakwaan, karena balasan yang jauh lebih baik menanti di akhirat.
Dengan demikian, perbandingan dunia dan akhirat dalam Islam mengajarkan keseimbangan hidup: memanfaatkan dunia sebagai sarana menuju kebahagiaan abadi. Orang yang beriman kepada hari akhir akan menjadikan akhirat sebagai orientasi utama, sementara dunia dijalani sebagai amanah yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab dan ketaatan kepada Allah SWT.