www.ibumengaji.com Doa merupakan bentuk penghambaan dan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Banyak doa Nabi ﷺ yang menjadi pedoman umat Islam, di antaranya doa yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas‘ud. Hadis ini memuat permohonan yang sangat lengkap, mencakup kebutuhan spiritual seorang muslim baik di dunia maupun akhirat. Esai ini menguraikan biografi ringkas Ibnu Mas‘ud, penjelasan isi doa Nabi ﷺ, serta makna doa dalam Islam dan bagaimana Allah mengabulkannya.
وَعَن ابْنِ مسْعُودٍ، رضِيَ اللَّه عنْهُ، قَالَ: كَانَ مِن دُعَاء رَسُولِ اللَّه ﷺ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوجِباتِ رحْمتِكَ، وَعزَائمَ مغفِرتِكَ، والسَّلامَةَ مِن كُلِّ إِثمٍ، والغَنِيمَةَ مِن كُلِّ بِرٍ، وَالفَوْزَ بالجَنَّةِ، وَالنَّجاةَ مِنَ النَّارِ
رواهُ الحاكِم أَبُو عبداللَّهِ، وقال: حديثٌ صحيحٌ على شرط مسلِمٍ
Ibnu Mas’ud ra berkata : Salah Satu Doa yang dipanjatkan Nabi ﷺ: “Aku mohon kepada-Mu apa-apa yang mendatangkan rahmatMU dan sarana ampunanMU, keselamatan dari segala kekhilafan / kesalahan, manfaat dari setiap amal shaleh, kesuksesan dalam meraih surga, dan keselamatan dari api neraka” [ HR. Al-Hakim : 1/525, Beliau mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai dengan syarat Muslim. Imam Nawawi dalam al-Adzkar : 340, Baihaqi, 206 dan Riyad as-Salihin 1493 ]
Abdullah bin Mas‘ud adalah salah satu sahabat Nabi ﷺ yang termasuk generasi awal pemeluk Islam. Beliau berasal dari kalangan sederhana dan bekerja sebagai penggembala kambing. Pertemuannya dengan Nabi ﷺ ketika mengembala menjadi titik balik kehidupannya, dan ia pun masuk Islam pada masa-masa awal dakwah.
Ibnu Mas‘ud termasuk sahabat yang sangat dekat dengan Nabi ﷺ. Karena kesungguhannya mempelajari Al-Qur’an dan akhlaknya yang mulia, Nabi ﷺ mengizinkannya keluar-masuk rumah tanpa harus meminta izin. Beliau juga dikenal sebagai shahibu-na‘layn (pembawa sandal Nabi ﷺ) dan shahibu siwâk (pembawa siwak beliau).
Ibnu Mas‘ud adalah salah satu sahabat yang paling dalam ilmunya, terutama dalam bidang Al-Qur’an dan hukum Islam. Beliau termasuk enam sahabat penghafal Al-Qur’an terbaik yang direkomendasikan Rasulullah ﷺ untuk dijadikan rujukan.
Pada masa Khulafaur Rasyidin, beliau menjadi guru besar di Kufah atas penunjukan Umar bin Khattab dan kemudian diperkuat oleh Utsman bin Affan. Pengaruh keilmuannya sangat besar sampai menjadi dasar mazhab fikih Kufah, yang kemudian berkembang menjadi mazhab Hanafi.
Doa yang diriwayatkan Ibnu Mas‘ud ini memuat enam permohonan besar dan fundamental bagi kehidupan seorang muslim. Berikut penjelasannya:
1. “Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu” — Mûjibât rahmatik
Ini adalah permohonan untuk mendapatkan sebab-sebab turunnya rahmat Allah. Termasuk di dalamnya:
-
keimanan yang kokoh,
-
ketakwaan,
-
amal saleh,
-
menjauhi kemaksiatan,
-
berbuat baik terhadap sesama.
Rahmat Allah adalah sumber kebaikan dunia dan akhirat. Tanpa rahmat-Nya, tidak ada amal yang dapat mengantar hamba masuk surga.
2. “Dan perkara-perkara yang mendatangkan ampunan-Mu” — ‘Azâ’ima maghfiratik
Doa ini bukan sekadar meminta ampunan, tetapi meminta segala hal yang menyebabkan seseorang layak mendapat ampunan, seperti:
-
kemampuan bertaubat,
-
kesadaran atas kesalahan,
-
keikhlasan memperbaiki diri,
-
kemudahan menjauhi maksiat.
3. “Keselamatan dari setiap dosa” — As-salâmah min kulli itsm
Ini adalah permohonan agar dijauhkan dari perbuatan dosa, baik dosa besar maupun kecil. Bukan hanya terhindar dari akibat dosa, tetapi juga diselamatkan dari terjerumus ke dalamnya.
4. “Keuntungan dari setiap kebaikan” — Al-ghanîmah min kulli birr
Kebaikan sangatlah banyak, namun tidak semua orang mampu memanfaatkannya. Doa ini bermakna meminta kemampuan memanfaatkan setiap peluang amal saleh, baik berupa ibadah, sedekah, menolong orang, maupun kebaikan dalam keluarga dan masyarakat.
5. “Kesuksesan dalam meraih surga” — Al-fawzu bil-jannah
Ini mencakup seluruh sebab-sebab menuju surga: keimanan, amal saleh, istiqamah, amal hati, dan kesucian jiwa.
6. “Keselamatan dari neraka” — An-najâh min an-nâr
Ini adalah permohonan paling agung seorang hamba: agar dijauhkan dari sebab-sebab yang menuntun kepada siksa neraka, baik dalam bentuk keyakinan yang menyimpang, amal buruk, ataupun akhlak yang rusak.
Doa yang diriwayatkan Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu adalah salah satu doa paling komprehensif, karena mencakup seluruh hal yang dibutuhkan hamba: rahmat, ampunan, keselamatan dari dosa, pemanfaatan kebaikan, meraih surga, dan terlindungi dari neraka. Setiap muslim dianjurkan untuk memahami makna doa ini agar semakin sadar bahwa doa bukan hanya ucapan, melainkan bentuk penghambaan yang paling tulus.
Selain itu, Islam mengajarkan bahwa setiap doa pasti didengar dan dikabulkan oleh Allah, meski bentuk pengabulannya berbeda-beda sesuai hikmah-Nya. Dengan keyakinan ini, seorang hamba akan terus berdoa, bersabar, dan berharap kebaikan dari Allah SWT dalam setiap keadaan.