www.ibumengaji.com Dalam kehidupan seorang Muslim, doa merupakan senjata utama yang dapat menjaga hati, pikiran, dan tindakan agar selalu berada di jalan Allah. Salah satu doa yang sering dianjurkan untuk dibaca adalah:
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Doa ini memiliki makna yang sangat dalam. Ia merupakan permohonan seorang hamba kepada Allah agar mencukupkan dirinya dengan rezeki yang halal, menjauhkannya dari yang haram, serta memberikan kecukupan hanya dengan karunia-Nya tanpa bergantung kepada makhluk.
Dalil Hadits tentang Doa Ini
Doa tersebut diriwayatkan oleh sejumlah perawi hadits, di antaranya dalam Sunan at-Tirmidzi (no. 3563). Hadits ini bersumber dari sahabat mulia ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Tirmidzi menilai hadits ini sebagai hasan gharib. Artinya, meskipun jalur periwayatannya tidak terlalu banyak, namun tetap memiliki kedudukan yang bisa diamalkan sebagai doa harian.
Isi hadits tersebut adalah bahwa Nabi ﷺ mengajarkan doa ini agar kaum Muslimin senantiasa memohon kepada Allah kecukupan dari yang halal, serta tidak bergantung pada selain-Nya.
Biografi Singkat Sahabat Periwayat
Sahabat yang meriwayatkan doa ini adalah ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, sepupu sekaligus menantu Rasulullah ﷺ. Beliau adalah anak dari Abu Thalib, paman Nabi, dan sejak kecil sudah dalam asuhan langsung Rasulullah. ‘Ali adalah orang yang pertama masuk Islam dari kalangan anak-anak, dikenal dengan keberaniannya, kecerdasannya, dan kesetiaan yang luar biasa kepada Nabi.
Beliau termasuk salah satu dari al-Khulafā’ ar-Rāsyidīn, menjadi khalifah keempat setelah Utsman bin ‘Affan. Banyak hadits dan doa-doa yang beliau riwayatkan dari Nabi ﷺ, dan doa ini merupakan salah satunya. ‘Ali wafat pada tahun 40 H di Kufah akibat terbunuh oleh kaum Khawarij. Warisan ilmunya tetap abadi dan menjadi teladan bagi generasi setelahnya.
Arti Terjemah Doa
Secara sederhana, doa ini bermakna:
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu agar aku tidak membutuhkan yang haram. Dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak bergantung kepada selain-Mu.”
Doa ini menggambarkan tiga hal penting: kecukupan, keberkahan, dan kemandirian dari selain Allah.
Penjelasan Para Ulama
Para ulama menjelaskan bahwa doa ini menunjukkan keutamaan memilih yang halal dan menjauhi yang haram. Ibnul Qayyim dalam al-Fawāid menekankan bahwa hati manusia tidak akan pernah tenang kecuali jika merasa cukup dengan pemberian Allah yang halal. Jika hati masih condong kepada yang haram, maka itu tanda bahwa ia belum puas dengan takdir dan rezeki Allah.
Selain itu, kalimat “wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaaka” mengajarkan pentingnya kemandirian dalam hidup. Seorang Muslim tidak seharusnya bergantung penuh kepada manusia dalam urusan duniawi. Ia boleh berinteraksi, bekerja sama, dan meminta tolong secara wajar, tetapi ketergantungan hati hanya kepada Allah. Ulama menilai bahwa doa ini juga mengajarkan sikap ‘iffah (menjaga kehormatan diri) dengan tidak bergantung kepada pemberian orang lain.
Mengapa Doa Ini Penting?
Ada beberapa alasan mengapa doa ini sangat penting untuk diamalkan:
-
Menjaga Keimanan
Dengan doa ini, seorang Muslim memohon agar terhindar dari rezeki yang haram, karena harta haram dapat merusak iman, menutup doa, dan membawa murka Allah. -
Membentuk Qana‘ah
Doa ini melatih hati untuk merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah. Rasa cukup inilah yang menjadi sumber kebahagiaan sejati. -
Mendidik Ketergantungan Hanya kepada Allah
Hati yang bergantung pada manusia sering berujung pada kekecewaan. Sedangkan hati yang bergantung pada Allah akan selalu tenang, karena Dia Maha Memberi. -
Relevan Sepanjang Zaman
Di tengah derasnya godaan harta haram, riba, suap, dan bisnis curang, doa ini menjadi benteng yang menjaga seorang Muslim agar tetap pada jalan yang diridai Allah.
Penutup
Doa “Allahumma akfinii bihalaalika min haramika wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaaka” bukan sekadar rangkaian kata, melainkan cerminan sikap hidup seorang Muslim. Ia mengandung nilai ketauhidan, penjagaan iman, dan pembentukan akhlak mulia berupa qana‘ah dan iffah.
Dengan doa ini, seorang hamba tidak hanya meminta rezeki yang halal, tetapi juga berusaha membersihkan hati dari rasa ketergantungan kepada selain Allah. Karena pada akhirnya, hanya Allah yang benar-benar bisa mencukupkan kebutuhan kita.
Maka, marilah kita membiasakan doa ini dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah selalu mencukupkan kita dengan rezeki halal, menjauhkan dari yang haram, dan memberikan keberkahan yang membuat kita tidak lagi bergantung pada selain-Nya.