www.ibumengaji.com Dalam kehidupan yang serba cepat dan padat ini, sering kali kita tidak menyadari bahwa ada dua karunia besar yang kerap terabaikan. Rasulullah ﷺ bersabda:
قَالَ رَسُولُ ٱللَّهِ صَلَّى ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ ٱلنَّاسِ: ٱلصِّحَّةُ وَٱلْفَرَاغُ.
“Dua nikmat yang banyak dilalaikan oleh manusia adalah: kesehatan dan waktu luang.”
(HR. Al-Bukhari, no. 6412)
Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat yang mulia, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, seorang pemuda yang dikenal dengan keluasan ilmunya. Beliau adalah sepupu Rasulullah ﷺ dan merupakan salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Rasulullah ﷺ sendiri pernah mendoakannya: “Ya Allah, ajarkanlah ia hikmah dan tafsir.” Doa ini terbukti dalam kecemerlangan pemahaman Ibnu Abbas dalam ilmu tafsir, fiqih, dan hadits, sehingga ia dijuluki “Habrul Ummah” (tokoh umat) dan “Tarjumanul Qur’an” (penafsir Al-Qur’an).
Penjelasan Hadits
Menurut Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari, kata “maghbun” berarti orang yang rugi, seperti dalam jual beli di mana seseorang tidak menyadari bahwa ia telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Demikian pula dengan kesehatan dan waktu luang — dua nikmat yang tak ternilai, namun sering tidak digunakan untuk hal yang bermanfaat hingga keduanya hilang dan disesali.
Para ulama menekankan bahwa waktu luang adalah salah satu ujian terbesar bagi manusia. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin, waktu adalah kehidupan itu sendiri. Ia berkata, “Waktu adalah modal utama bagi manusia. Siapa yang menyia-nyiakannya, maka sungguh ia telah menyia-nyiakan hidupnya.”
Pentingnya Waktu Luang
Waktu luang adalah momen ketika seseorang tidak disibukkan oleh urusan mendesak duniawi. Namun justru di saat itulah potensi amal shalih sangat besar. Sayangnya, banyak orang terbuai oleh hiburan dan kegiatan yang sia-sia, hingga kehilangan kesempatan untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat. Padahal Allah telah bersumpah demi waktu (Al-‘Ashr) bahwa manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Kiat Mengoptimalkan Waktu
Agar tidak termasuk dalam golongan orang yang merugi, berikut beberapa kiat untuk mengoptimalkan waktu dan usia:
-
Tentukan prioritas harian berdasarkan skala manfaat: ibadah, ilmu, keluarga, dan kontribusi sosial.
-
Mulai hari dengan niat yang benar, bangun lebih awal untuk shalat dan mengawali aktivitas dengan produktif.
-
Batasi distraksi dari media sosial dan hiburan berlebihan. Tetapkan waktu khusus untuk istirahat dan hiburan yang mubah.
-
Tulis agenda harian atau to-do list, agar waktu tidak terbuang tanpa arah.
-
Berinteraksi dengan lingkungan secara positif, seperti menghadiri kajian, membantu tetangga, atau aktif dalam kegiatan sosial.
-
Libatkan keluarga dalam kegiatan kebaikan, seperti sedekah bersama, membaca Al-Qur’an, atau kerja bakti.
-
Belajar hal baru secara konsisten, baik ilmu agama maupun keterampilan duniawi, agar waktu terus bernilai.
-
Evaluasi harian, renungkan waktu yang telah berlalu dan rencanakan perbaikan untuk esok hari.
Penutup
Hadits ini adalah pengingat yang sangat mendalam. Betapa sering kita menunggu kehilangan untuk menyadari nilai sesuatu. Sehat dan waktu luang adalah nikmat luar biasa yang hanya bisa dinikmati bila kita sadar dan bersyukur atasnya. Mari manfaatkan keduanya sebelum datang masa sakit dan kesibukan, sebelum waktu menutup pintunya, dan penyesalan tak lagi berguna.