Yayasan Ibu Mengaji Indonesia

Menyelami Keindahan Bunyi: Hukum Lam Jalalah dalam Ilmu Tajwid

www.ibumengaji.com Dalam dunia ilmu tajwid, setiap huruf dalam Al-Qur’an bukan hanya sekadar lambang fonetik, melainkan juga membawa keindahan suara dan kedalaman makna. Salah satu aspek menarik dalam pembelajaran tajwid adalah Lam Jalalah (لَام الجَلَالَة), yaitu huruf lam yang terdapat pada lafaz Allah (اللَّه). Meskipun tampak sederhana, hukum bacaan pada huruf lam ini memiliki aturan tersendiri yang menyempurnakan keagungan lafaz Ilahi tersebut.

Apa Itu Lam Jalalah?

Lam Jalalah secara terminologis merujuk pada huruf lam yang muncul dalam lafaz Allah. Dalam ilmu tajwid, lam umumnya dibaca tipis (tarqiq), tetapi dalam konteks Lam Jalalah, bacaan tersebut bisa berubah menjadi tebal (tafkhim) atau tetap tipis (tarqiq) tergantung pada harakat huruf sebelumnya.

Dua Hukum Bacaan Lam Jalalah: Tafkhim dan Tarqiq

1. Tafkhim (تفخيم) – Membaca dengan Tebal

Tafkhim berasal dari kata taghlizh yang berarti “menebalkan.” Dalam konteks Lam Jalalah, huruf lam dibaca tebal apabila didahului oleh huruf berharakat fathah ( ـَ ) atau dhammah ( ـُ ). Suara yang dihasilkan terdengar memenuhi rongga mulut, mirip dengan pengucapan huruf “O”.

Contoh:

  • عِندَ اللَّهِ (‘inda Allāh)

  • أَمْرُ اللَّهِ (amru Allāh)

  • إِنَّ لِلَّهِ (inna lillāh)

Hal ini dijelaskan dalam Matan Al-Jazariyyah, karya klasik tajwid oleh Imam Ibn al-Jazari, di mana disebutkan bahwa Lam Jalalah harus dibaca dengan tafkhim jika didahului oleh huruf yang berharakat fathah atau dhammah. Teknik ini menekankan keagungan dan kebesaran nama Allah melalui suara yang kuat dan penuh.

2. Tarqiq (ترقيق) – Membaca dengan Tipis

Sebaliknya, tarqiq berarti “menipiskan.” Lam Jalalah dibaca tipis apabila didahului oleh huruf yang berharakat kasrah ( ـِ ). Suara yang dihasilkan terdengar ringan, mirip huruf “A”, dengan posisi lidah yang netral dan mulut yang tidak mengembang.

Contoh:

  • بِسْمِ اللَّهِ (bismi Allāh)

  • الْحَمْدُ لِلَّهِ (al-ḥamdu lillāh)

Menurut Al-Qaulus Sadid, dalam kondisi ini bacaan yang tipis mencerminkan kelembutan dan kedekatan dengan nama Allah, yang diiringi oleh makna kasih sayang dan rahmat.

Mengapa Penting Memahami Hukum Lam Jalalah?

Pemahaman terhadap hukum Lam Jalalah bukan hanya persoalan teknis bacaan, melainkan juga bentuk adab dalam membaca lafaz Allah. Bacaan yang tepat membantu membangun kepekaan spiritual terhadap isi Al-Qur’an dan meningkatkan kekhusyukan dalam ibadah.

Lebih dari itu, variasi bacaan antara tafkhim dan tarqiq menunjukkan kekayaan fonetik dalam bahasa Arab dan menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an adalah seni yang menggabungkan suara, makna, dan rasa.

Penutup: Melafazkan Nama Allah dengan Keindahan

Hukum Lam Jalalah menjadi pengingat bagi setiap Muslim bahwa lafaz Allah bukan hanya untuk disebut, tetapi juga harus dilafalkan dengan penuh hormat dan keindahan. Setiap huruf, setiap harakat, memiliki peran penting dalam menjaga kesucian wahyu yang diturunkan Allah kepada umat manusia.

Maka, ketika kita membaca Al-Qur’an, hendaklah kita menyelaminya dengan hati, bukan hanya lidah. Semoga pemahaman tajwid yang benar membawa kita lebih dekat kepada Allah, melalui keindahan bunyi dan kesungguhan jiwa.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments