Yayasan Ibu Mengaji Indonesia

Takdir: Ketentuan Ilahi yang Tak Akan Tertukar

www.ibumengaji.com Takdir adalah ketetapan Allah SWT atas segala sesuatu yang terjadi di alam semesta, baik yang sudah terjadi, sedang terjadi, maupun yang akan terjadi. Dalam Islam, keyakinan terhadap takdir termasuk dalam rukun iman yang keenam, yang menunjukkan bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah dengan ilmu dan kebijaksanaan-Nya.

Perbedaan Qadha dan Qadar

Dalam konsep takdir, kita sering mendengar istilah qadha dan qadar. Meskipun keduanya berkaitan, ada perbedaan mendasar di antara keduanya:

  1. Qadha adalah ketentuan Allah yang sudah tertulis di Lauhul Mahfuz sejak zaman azali. Ini adalah ketetapan Allah yang mencakup seluruh ciptaan-Nya, tanpa terkecuali.
  2. Qadar adalah perwujudan atau pelaksanaan dari ketetapan tersebut dalam kehidupan manusia dan alam semesta. Dengan kata lain, qadha adalah keputusan Allah secara global, sementara qadar adalah pelaksanaan keputusan tersebut dalam kehidupan nyata.

Hadits tentang Penentuan Takdir dalam Kandungan

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk nutfah (air mani), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) selama itu juga, kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) selama itu juga. Lalu diutuslah malaikat, lalu ditiupkan ruh ke dalamnya, dan diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: dituliskan rezekinya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia termasuk orang yang beruntung atau celaka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa Allah telah menentukan beberapa aspek utama dalam kehidupan manusia sejak dalam kandungan, yaitu:

  1. Rezeki – Setiap manusia sudah ditetapkan takaran rezekinya oleh Allah, baik banyak maupun sedikit.
  2. Ajal – Umur seseorang telah ditentukan, kapan ia akan lahir dan kapan ia akan meninggal.
  3. Amal – Semua perbuatan manusia telah diketahui Allah, baik itu kebaikan maupun keburukan yang akan ia lakukan.
  4. Keberuntungan atau Kesengsaraan – Apakah seseorang akan menjadi bagian dari golongan yang bahagia di akhirat atau tidak.

“Semua Sudah Diatur, Tak Akan Tertukar Apa yang Allah Takar”

Kalimat ini bermakna bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ini adalah sesuai dengan ketetapan Allah. Tidak ada sesuatu pun yang meleset dari perhitungan-Nya, dan apa yang telah ditentukan tidak akan tertukar. Keyakinan ini mengajarkan manusia untuk tetap bersabar dalam menghadapi ujian dan tidak merasa sombong atas keberhasilan karena semua terjadi atas izin Allah.

Manfaat Memahami Takdir dengan Benar

Memahami takdir dengan benar memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, di antaranya:

  1. Menumbuhkan Rasa Tawakal – Seseorang yang yakin pada takdir akan berserah diri kepada Allah setelah berusaha maksimal, tanpa rasa takut berlebihan terhadap masa depan.
  2. Mengurangi Stres dan Kecemasan – Dengan meyakini bahwa segala sesuatu telah diatur oleh Allah, seseorang tidak akan terlalu terbebani oleh hal-hal yang di luar kendalinya.
  3. Menumbuhkan Rasa Syukur dan Sabar – Kesuksesan membuatnya bersyukur, sedangkan ujian membuatnya bersabar karena semua adalah bagian dari ketetapan Allah.
  4. Memotivasi untuk Berusaha Lebih Baik – Memahami bahwa qadar adalah pelaksanaan takdir dalam kehidupan, seseorang tetap harus berusaha untuk memperoleh hasil terbaik.
  5. Menghindarkan dari Sifat Iri dan Dengki – Seseorang tidak akan merasa iri terhadap rezeki orang lain karena ia sadar bahwa Allah telah menetapkan bagian rezeki masing-masing.

Takdir adalah bagian dari rukun iman yang harus diyakini oleh setiap Muslim. Dengan memahami perbedaan qadha dan qadar, serta mengetahui bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah, seseorang dapat menjalani hidup dengan lebih tenang, penuh syukur, dan berusaha maksimal tanpa kecemasan berlebih. Karena pada akhirnya, semua sudah diatur, dan tak akan tertukar apa yang Allah takar.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments