www.ibumengaji.com Setiap manusia mendambakan hidup yang tenang dan penuh berkah. Namun, sering kali kekacauan hidup datang tanpa diundang, membuat kita bertanya-tanya di mana letak kesalahan kita. Nasehat bijak mengatakan, “Setiap kali kamu melanggar aturan Tuhanmu, percayalah apa yang seharusnya menjadi takdir baikmu telah dipindah tangankan kepada orang yang lebih pantas menerimanya.” Pernyataan ini mengandung pesan mendalam yang mengingatkan kita untuk selalu introspeksi dan kembali kepada jalan yang diridhai Allah SWT.
Allah telah menetapkan aturan yang sempurna dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Aturan ini bukan untuk membatasi kebebasan, tetapi untuk melindungi kita dari kehancuran dan mengarahkan kepada kebaikan. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan Allah membawa dampak, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap takdir kita. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 286, Allah menegaskan bahwa manusia hanya diberi beban sesuai kemampuan. Artinya, apapun yang Allah larang sebenarnya untuk kebaikan kita sendiri.
Ketika hidup terasa kacau, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mengoreksi diri. Apakah kita telah menjaga shalat, berkata jujur, atau menjauhi riba dan maksiat? Mungkin ada aturan yang kita abaikan, sadar atau tidak. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11). Ayat ini mengingatkan pentingnya perubahan diri untuk mengundang takdir baik.
Obsesi untuk selalu berbuat baik adalah kunci mendapatkan takdir terbaik. Setiap ketaatan akan mendekatkan kita pada rahmat Allah, sementara setiap pelanggaran menjauhkan kita darinya. Oleh karena itu, mari kita terus berusaha mendisiplinkan diri, memperbanyak istighfar, dan berdoa agar Allah selalu membimbing langkah kita. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad).
Mari jadikan hidup ini sebagai perjalanan menuju keridhaan Allah. Dengan selalu menjaga ketaatan, menghindari pelanggaran, dan berharap hanya kepada Allah, insyaAllah kita akan memperoleh takdir terbaik yang penuh berkah dan kebahagiaan.