www.ibumengaji.com Dalam gelombang riuhnya kehidupan, seringkali kita merasa kehilangan arah, terombang-ambing di lautan kegelisahan. Namun, bagi yang beriman, ada kebijaksanaan luhur yang menyelubungi jiwa: zikir kepada Sang Pencipta. Dalam keheningan hati yang berzikir, terdapat lautan ketenangan yang tak terhingga. Ketenangan itu tidak muncul dari harta duniawi yang fana, melainkan dari perjumpaan jiwa dengan Sang Khalik.
Allah, dalam keagungannya, berfirman, “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28). Sungguh, tidak ada pelipur lara yang lebih agung daripada merenungi kebesaran-Nya.
Kita diingatkan bahwa kebahagiaan sejati bukanlah benda fana yang akan sirna, melainkan keberadaan yang hakiki, yakni cinta kepada Sang Pencipta. Sebagaimana dikatakan oleh seorang ulama, “Sesungguhnya di dunia ini ada surga. Barangsiapa yang belum merasakan surga di dunia, ia tidak akan merasakan surga di akhirat nanti.” Surga di dunia bukanlah harta atau kedudukan, melainkan kecintaan yang tulus kepada Allah, ketenangan dalam mendekatkan diri kepada-Nya, dan kebahagiaan dalam berzikir serta mengamalkan ketaatan kepada-Nya.
Jalan keluar dari kegelisahan hidup bukanlah mencari solusi dalam kesibukan dunia, melainkan dengan kembali kepada Sang Maha Pencipta. Allah berjanji, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. ath-Thalaaq: 2-3). Ketakwaan kepada-Nya membuka pintu-pintu rahmat-Nya yang tak terduga.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan perumpaan petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang beliau bawa seperti hujan baik yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan dari langit, karena hujan yang turun akan menghidupkan dan menyegarkan tanah yang kering, sebagaimana petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghidupkan dan menentramkan hati manusia. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perumpaan bagi petunjuk dan ilmu yang Allah wahyukan kepadaku adalah seperti air hujan (yang baik) yang Allah turunkan ke bumi